Home » SEO & KEYWORD » Keyword Research – Panduan Melakukan Riset Keyword untuk Menemukan Kata Kunci Terbaik dalam SEO

Keyword Research – Panduan Melakukan Riset Keyword untuk Menemukan Kata Kunci Terbaik dalam SEO

Semua pemilik website pada suatu saat akan menyadari betapa pentingnya keyword dan risetnya.

Terutama saat mereka sudah lelah membuat banyak konten, tapi websitenya masih sepi.

Meskipun sudah di peringkat 1.

Itulah mengapa riset kata kunci merupakan tahapan yang seharusnya dilakukan di awal, ketika website anda baru dibangun.

Bukan ketika mereka sadar websitenya salah.

Oleh karena itu, selamat datang di panduan keyword research.

Ada total 6 bab yang akan mengantarkan anda untuk mengenal prinsip keyword research yang sebenarnya, kemudian menerapkannya ke website anda.

Mengapa keyword research sangat penting?

Saya garis bawahi sangat, karena memang sangat penting.

Coba ingat kembali, apa tujuan anda mempelajari SEO?

Mendapatkan pengunjung…?

Meningkatkan penjualan…?

Atau mendapatkan penghasilan…?

Biasanya sih ketiganya. Dimulai dari mendapatkan pengunjung, kemudian penjualan akan meningkat, dan anda akan mendapatkan penghasilan tambahan.

Sayangnya, tanpa riset kata kunci, semua itu mustahil.

Mengapa?

Ada 3 alasannya.

Disinilah para pemula melakukan kesalahan

Tidak semua keyword itu sama.

Ada keyword yang sering dicari, ada pula yang sepi.

Kalau anda tidak paham dengan keyword research, maka kemungkinan besar anda akan menargetkan kata kunci yang tidak pernah dicari sama sekali.

Itulah yang sering dilakukan.

Mereka membuat konten tanpa peduli dengan keyword, kemudian merasa bangga bahwa websitenya sudah masuk ke halaman satu.

Tapi pengunjungnya tetap sedikit.

Tidak ada perubahan sama sekali.

Percuma kan?

Sudah susah payah membuat konten, tapi ternyata tidak ada yang tertarik.

Dan disinilah para pakar terjebak

Katakanlah Budi punya website yang menjual suatu produk.

Supaya website ini banyak pengunjungnya, Budi menargetkan keyword-keyword dengan volume pencarian yang besar melalui Google Keyword Planner.

Okelah…karena Budi ini pakar SEO, 2 minggu kemudian peringkat 1.

Pengunjung berdatangan…

Tapi ternyata tidak ada yang membeli produk yang ditawarkan.

Kenapa tuh?

Ini penyebabnya:

Budi mengincar kata kunci yang salah.

Yang perlu anda ingat, tujuan dari keyword research bukan hanya untuk menemukan kata kunci dengan jumlah pencarian terbanyak.

Bukan cuma mendatangkan pengunjung.

Melainkan untuk mendatangkan pengunjung yang tepat sasaran.

Kalau anda ingin supaya mereka membeli produk yang anda tawarkan, maka anda harus menargetkan keyword yang digunakan oleh orang yang memang ingin membeli.

Yang paling parah, ini kesalahan yang diajarkan secara turun-temurun

Bicara tentang riset keyword, biasanya hal yang pertama kali dilakukan adalah membuka Google Keyword Planner. Lalu memasukkan keyword.

Ini tidak benar.

Terutama bagi pemilik website baru.

Kesalahan ini terlalu parah sampai-sampai cara tersebut terus dilakukan dan diajarkan secara turun-temurun kepada pemula. Kacau.

Lihat kasus berikut:

Misalnya Budi punya website yang menjual jasa kursus Bahasa Inggris.

Maka Budi ingin mendapatkan peringkat 1 untuk kata kunci “kursus bahasa inggris”. Kata kunci ini dijadikan sebagai target utama.

Sampai di situ tidak ada masalah.

Ini masalahnya:

Seperti yang dilakukan banyak orang, Budi langsung memasukkan keyword utamanya ke Google Keyword Planner.

Hasil yang didapatkan seperti gambar berikut.

Turunan keyword utama

Selanjutnya apa?

Budi ingin mendapatkan rangking 1 untuk semua kata kunci tersebut.

Oleh karena itu, maka Budi membuat 6 artikel masing-masing menggunakan kata kunci yang ditampilkan dalam gambar tersebut.

Seminggu…dua minggu berlalu…

Ternyata tidak satupun dari artikel tersebut mendapatkan peringkat yang bagus di Google. Lebih parahnya lagi, website Budi bahkan tidak ada di 10 halaman pertama.

Justru websitenya kena penalti!

Apa yang terjadi? Kenapa Budi kena penalti?

Lihat lagi keyword tadi.

Semuanya hampir sama.

Ketika Budi membuat artikel yang masing-masing mengincar keyword tersebut, artikel di websitenya akan jadi mirip semua. Tidak ada variasi.

Akibatnya 2:

Pengunjung akan menganggap website anda dibuat secara asal-asalan, sehingga akan langsung pergi karena tidak mendapatkan informasi yang bagus.

Tidak hanya itu.

Google dan mesin pencari lain akan menganggap website anda “kurus”.

Kita tahu bahwa Google tidak suka website yang kurus, artinya website yang semua halamannya mengincar keyword yang sama. Sehingga isinya juga sama.

Itu sebabnya Budi kena penalti.

Maka dari itu, saya tekankan sebelum kita mulai:

Google Keyword Planner BUKAN tool untuk menemukan kata kunci baru.

Lain kali kalau ada orang yang menyarankan para pemula untuk menggunakan Google Keyword Planner untuk mencari keyword, beritahukan kepada mereka akibatnya.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Istilah-istilah dalam Dunia Web Hosting dan Domain

Berikut adalah istilah-istilah lainnya yang digunakan dalam dunia web hosting dan domain: Shared Server. Yaitu salah ...