Home » ADSENSE & ADWORDS » Google SERP Snippet Untuk Meningkatkan Traffic Website

Google SERP Snippet Untuk Meningkatkan Traffic Website

Apa itu Featured Snippet? Featured Snippet adalah tampilan ringkasan jawaban yang ada dalam kolom cuplikan di bagian atas halaman hasil penelusuran Google (SERP). Kolom cuplikan ini berisi jawaban yang diringkas dari web page, tautan ke halaman, judul halaman, maupun URL.

Contoh-Google-Featured-Snippet

Pernah melihatnya ketika Anda mencari definisi sesuatu di Google? Inilah yang disebut sebagai Featured Snippet. Kadang-kadang dalam kotak atau kolomnya juga bisa ditampilkan gambar, bullet lists atau tabel sederhana.

Bila Anda mengetikkan pertanyaan semacam “Apa itu SSL?” misalnya, akan muncul satu snippet di bagian paling atas halaman hasil pencarian Anda yang menampilkan jawaban ringkas. Maka Anda maupun internet user lain pasti lebih tertarik meng-klik dan mengunjungi website yang ditampilkan di sana.

Telah tiga tahun lamanya sejak Google merilis Featured Snippet dan masih saja banyak orang-orang digital marketing yang meremehkannya. Mungkin, Anda juga salah satu di antaranya.

Apabila Anda masih saja tidak yakin kalau Featured Snippet ini bisa membuka peluang organic traffic yang signifikan, lewat artikel ini kami akan berusaha mengubah pikiran Anda.

Sejarah Singkat Featured Snippet dari Google

Featured Snippet ini dibuat karena adanya masalah yang berasal dari awal-awal masa adanya penelusuran di internet. Pra-Google (Google mula-mula), dan banyak lagi mesin pencarian lainnya termasuk Yahoo masih dikurasi oleh hasil direktori manusia.

Saat penciptaan konten sudah berlipat-lipat ganda banyaknya, manusia tidak mampu lagi mengikuti dan mengkurasinya. Selain itu, pastinya diperlukan kurasi terbaik yaitu yang mendekati real-time atau aktual. Inilah permulaan penggunaan teknik algoritma dan kurasi oleh mesin.

Saat Google merilis Knowledge Graph, data tersebut sepenuhnya didasarkan pada hasil yang dikelompokkan atau dikurasi oleh manusia, seperti Freebase dan Wikidata. Anda bisa melihat kalau data tersebut berada dalam “Knowledge Cards” tradisional, yang biasanya disebut sebagai “answer boxes”. Misalnya, kartu itu muncul pada saat mencari “Siapa CEO Google?” seperti pada gambar di bawah ini:

Hasil-Google-Snippet-CEO-Google

Jadi, jawaban yang kami dapat adalah yang pendek atau singkat sekaligus faktual, tidak ada link korespondensi di situ. Hasil itulah yang datang langsung dari Knowledge Graph yang sudah terkurasi. Jika Anda melakukan pencarian soal “Google”, Anda akan lebih mudah melihatnya dalam Knowledge Panel di page-nya.

Sebelumnya, Anda bisa melihat hasil entri untuk “CEO: Sundar Pichai”. Ini bukan cuma kotak teks yang biasa-biasa saja. Hasil tersebut disebut sebagai factoid. Masing-masing item baris semacam itu adalah semua factoids yang ada secara terpisah-pisah sebagai kesatuan data terstruktur di dalam Knowledge Graph. Anda dapat menguji hal itu dengan menjalankan pencarian yang berseberangan dengan factoids lainnya, misal “Kapan Google didirikan?”.

Meskipun Google melakukan pekerjaan yang sudah bagus untuk mencocokkan begitu banyak bentuk pertanyaan dengan hasil jawaban di Knowledge Graph, mereka tidak dapat lolos dari batasan yang hanya bisa diatasi oleh kemampuan manusia.

Hal ini tentunya karena adanya keterbatasan kurasi mesin. Jadi, ada-ada saja pertanyaan yang kurang sesuai dengan model “factoid” sederhana semacam contoh yang kami berikan sebelumnya.

Solusi dari Google ya sederhana saja, kalau pertanyaannya terlalu sulit maka jutaan atau milyaran page dalam index akan disortir untuk menghasilkan jawaban secara cepat. Jadinya, hasil jawabannya berupa page yang mengandung kata-kata yang ada pada pertanyaan itu sendiri. Proses ini disebut sebagai on-page copy. Jadinya, sering hasilnya tidak pas.

Hasilnya memang sering tidak nyambung dengan pertanyaan yang Anda masukkan ke kolom pencarian. Namun inilah yang bisa dilakukan Google. Walaupun begitu, tidak sesederhana itu pastinya proses indeks yang dilakukan juga melihat relevansi dari page dan lain-lain.

Selain featured snippet yang telah kami tunjukkan di atas, ada juga tabular data. Tabular data biasanya berupa tabel yang muncul dalam snippet. Sebenarnya ini bukan data terstruktur semacam Knowledge Graph, hanya teks HTML yang plain.

Apa kaitan Featured Snippet dengan SEO?

Tips SEO dicari di mana-mana. Siapa yang tak ingin mengoptimalkan website-nya agar maksimal bagi mesin penelusur semacam Google? Jika Anda berhasil, Anda dapat meningkatkan website traffic Anda. Lalu bagaimana dengan Featured Snippet? Apa sih sebenarnya kaitannya?

Hasil ringkasan jawaban yang muncul di kolom atau kotak tersebut berada di puncak atau bagian paling atas dari halaman hasil pencarian. Para pengguna internet pastinya tidak mau ambil repot untuk mencari-cari sendiri halaman yang paling lengkap lainnya jika Google sudah merekomendasikannya. Maka kesempatan page di website Anda untuk dikunjungi tentunya besar. Jika pengunjung atau web visitor bertambah, berarti web traffic Anda meningkat dan di sinilah SEO berjalan lancar.

Berikut kami akan jabarkan secara lebih lengkap:

  • Melalui Featured Snippet, Google Memberikan Rank #0

Adapun hal yang menarik dari prosesnya adalah, dengan featured snippet ini akan berada di awal sebelum hasil pencarian organik yang tradisional atau yang biasa. Nah, ini yang kami sebut sebagai posisi ranking #0. Jadi ranking satu itu bisa mengalahkan ranking pertama di hasil pencarian Google. Lagipula, page yang jadi rank #1 di Google sebenarnya tidak secara teknis berada di puncak (setelah rank #0) karena sehabis rank #0 itu sendiri ada “Related Questions” yaitu barisan pertanyaan yang biasa orang juga cari terkait pertanyaan Anda, di bawah kolom snippet.

  • Google Membuka Peluang bagi Peningkatan CTR

Pada saat Featured Snippet diluncurkan, para pakar SEO secara sempat mengkhawatirkan bagaimana jika dengan meringkas dan menampilkan jawaban dalam kolom, CTR ke situs mereka sebagai sumber jadinya terpengaruhi secara buruk. Kenapa? Karena mereka menganggap teknik mengekstraksi atau meringkas dari Google ini belum benar-benar terpetakan secara baik. Lalu bagaimana kalau kontennya sudah bagus atau berkualitas namun tidak muncul di Snippet? Ternyata setelah dipelajari lebih lanjut dalam sebuah studi kasus yang dipublikasikan oleh Search Engine Land pada Agustus 2015 lalu, Featured Snippet tidak “melukai” atau berdampak buruk terhadap CTR tetapi malah meningkatkannya.

Cara Menjadikan Konten Page Anda Sebagai Featured Snippet

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan agar konten pada page di website Anda dikurasi oleh mesin penelusur Google dan dijadikan Featured Snippet. Berikut kami membahas setiap caranya agar Anda bisa langsung memperbaikinya untuk mendapat peluang Featured Snippet:

  • Anda perlu membuat struktur konten Anda sesuai dengan apa yang disukai oleh mesin penelusur semacam Google. Ini memang bukan satu-satunya perubahan yang wajib Anda lakukan pada cara penyajian konten Anda, melainkan penting untuk melewati tahap awal penyortiran Google. Jadi, Anda perlu meringkas di beberapa konten yang memungkinkan dan menyajikannya secara sistematis. Bagaimana formatnya? Format umum untuk snippet diletakkan di bagian atas, barulah kemudian menyelam lebih dalam seiring berkembangnya konten. Wartawan atau jurnalis dari media terkadang menyebut format ini sebagai struktur “piramida terbalik” . Sebenarnya secara umum format seperti ini berguna bagi pembaca juga, terutama pembaca internet yang cenderung melakukan scheming atau membaca cepat secara menyeluruh dan sekaligus. Dengan begitu, Featured Snippet akan lebih mudah dibuat oleh karena pendekatan kata kunci yang sedikit berbeda dari posting di page kebanyakan. Karena format yang begini cocok untuk dijadikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang banyak muncul di kolom pencarian. Coba gunakan istilah 5W – 1H (Who, What, When, Where, Why and How). Dalam bahasa Indonesia berarti siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana. Knowledge Graph sangat menyukai konten seperti ini sebab mudah untuk dikurasikan.

dewaweb-infographic-piramida-terbalik

  • Anda perlu menemukan keyword yang bagus bagi featured snippet. Jika Anda pernah membacaartikel kami sebelumnya soal keyword research , maka sekarang Anda sudah memiliki garis dasar dan pemahaman yang lebih baik soal keyword yang disukai oleh mesin penelusur semacam Google. Lalu sekarang kita tinggal memperluas peluang itu. Tetap lakukanlah keyword research atau riset kata kunci yang tepat bagi konten Anda. Sewaktu Anda melakukan riset itu, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat, salah satunya adalah keyword yang bervolume tinggi mendapatkan peluang featured snippet lebih besar . Bagaimana cara mengetahui kata kunci apa yang bervolume pencarian besar? Ada beberapa tool online yang bagus, silakan baca artikel kami yang berjudul Panduan Lengkap Keyword Research yang telah disebutkan sebelumnya. Lalu, query yang lebih panjang, terdiri dari enam atau beberapa kata juga lebih besar kecenderungannya untuk dijadikan snippet . Karena tujuan featured snippet ini adalah menjawab pertanyaan, keyword berupa pertanyaan eksplisit seperti yang sempat kami bahas sebelumnya 5W -1H pastinya punya peluang besar dijadikan snippet . Tapi jangan mengabaikan pertanyaan tersirat dengan kata-kata semacam “biaya”, “cara” serta kata-kata yang bersifat kata kerja seperti “menjadi”, “melakukan”, “mendapatkan”, “membuat”, “membentuk” atau “memasak”. Pertanyaan tersirat juga mencakup penelusuran yang berdasarkan persyaratan tertentu lainnya, cobalah cari tahu lebih dalam soal itu di referensi lain.
  • Pastikan setiap laman di situs Anda memiliki judul yang ditentukan di tag <title>. Jika Anda memiliki situs yang besar dan khawatir lupa memberi judul di suatu bagian, laman saran HTML di Search Console mencatat tag <title> yang tidak ada atau berpotensi menimbulkan masalah di situs.
  • Berhati-hatilah agar Anda secara tak langsung tidak melarang mesin penelusur untuk melakukan crawl pada halaman Anda. Bila Anda menggunakan protokol robots.txt di situs Anda, Google berhenti melakukan crawl pada halaman (namun protokol itu mungkin tidak selalu mencegah halaman Anda diindeks). Contohnya, Google mungkin mengindeks halaman Anda jika halaman berhasil ditemukan sehabis mengikuti tautan atau link yang diarahkan dari situs orang lain. Untuk menampilkannya di hasil penelusuran, Google perlu menampilkan judul atau sejenisnya. Itu bisa jadi penyebab Google tidak dapat mengakses setiap konten halaman Anda, Google hanya akan mengandalkan konten di luar halaman seperti teks tautan dari situs lain tersebut.
  • Sertakan fakta yang ditandai dengan jelas dalam deskripsi yang Anda buat. Deskripsi meta tidak harus dalam format yang berupa kalimat; data terstruktur tentang halaman juga bisa jadi sangat tepat untuk dimasukkan dalam deskripsi meta. Misalnya, informasi penulis, tanggal publikasi, atau subjudul yang tercantum pada berita umumnya atau entri blog Anda. Hal ini dapat memberikan informasi yang sangat relevan, yang memungkinkan konten Anda untuk ditampilkan sebagai featured snippet. Selain itu, halaman produk juga sebaiknya memberikan informasi kunci sebagai berikut: harga, usia, produsen (deskripsi seperti ini yang tersebar di seluruh halaman website e-commerce Anda). Deskripsi meta yang baik dapat mencakup semua data ini.
  • Buatlah kalimat-kalimat pertanyaan secara langsung pada konten Anda. Coba selipkan kalimat yang mengandung tanda tanya mengapa dan bagaimana, yang sebenarnya paling banyak peluangnya untuk dijadikan featured snippet unggulan. Mengapa? Soalnya kata kata itu mengandung jawaban yang agak susah dijawab tak seperti factoid sederhana pada umumnya, namun masih bisa dijadikan featured snippet. Selain itu, dengan dua kata tanya itu Anda juga jadi lebih mudah mengembangkan konten hingga memenuhi kualitas konten yang disukai Google yaitu minimal 1500 kata panjangnya. Pertanyaan sering membutuhkan jawaban yang lebih mendalam.

Apa Pentingnya Featured Snippet buat Google?

Jika Anda ingin tahu ke mana perkembangan Featured Snippet mengarah di masa depan, Anda perlu mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana yaitu, “apa sih untungnya Google membuat fitur ini?”

Sangat mudah untuk berandai-andai dan berasumsi seperti memikirkan teori konspirasi. Hal ini karena tidak jelas mengapa Google mengambil konten kita dan memberikan jawaban langsung berupa ringkasan ke pengguna. Apa benar semua dilakukan Google buat kebutuhan pengguna internet? Tapi, apa untungnya buat Google sendiri? Selain itu, Google juga belum memonetisasi kotak ini.

Sebenarnya, Google melakukannya untuk menahan sedikit lebih lama para pengguna internet di halaman hasil pencarian. Bayangkan, selama ini Google memang seringnya hanya dipakai sebagai “perantara” di mana pengguna langsung beralih ke page yang ditujukan Google di SERP.

Alasan lainnya adalah bagaimanapun juga, Google harus menyesuaikan diri dengan dunia perangkat yang terus berubah. Perangkat yang berkembang kini memerlukan jawaban yang ringkas dan tidak sesuai dengan SERP tradisional atau yang biasanya.

Jadi, ini mungkin bukan berarti banyak soal keuntungan bagi Google karena ini tentang kelangsungan hidup dari mesin penelusurnya. Intinya, perangkat baru akan menuntut format baru dan Google harus menyesuaikan diri.

Cara Mencegah Pembuatan Snippet pada Page Anda

Memang jika dihitung-hitung adanya pembuatan snippet bagi website menguntungkan. Tetapi jika Anda tidak ingin Google melakukan itu terhadap website Anda sebenarnya ada caranya. Entah apapun itu alasannya, kami akan memberikan caranya seandainya Anda menginginkannya.

Gunakanlah tag <meta name=”nosnippets”> untuk mencegah mesin penelusur Google menampilkan snippet halaman Anda di hasil penelusuran.

Simpulan

Melalui artikel ini, kami telah memberikan suatu tips SEO yang tentunya dapat Anda manfaatkan untuk memaksimalkan website Anda bagi mesin penelusur semacam Google. Tips SEO yang kami bagikan kali ini adalah mengenai Featured Snippet dari Google. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan agar page Anda muncul sebagai Featured snippet, kami telah membahasnya satu-satu bagi Anda. Bila Anda berhasil meraih kepercayaan Google soal website Anda, Google dapat menaikkan rank website Anda di halaman hasil penelusuran. Lalu, pengunjung website Anda juga dapat meningkat seiring banyaknya CTR yang dihasilkan.

Jika Anda tertarik, kami juga telah banyak membahas hal-hal terkait SEO lainnya berupa tips dan trik yang bisa segera Anda mulai praktikkan. Kami sempat menulis artikel tips SEO bagi pengusaha e-commerce agar bisnis Anda sukses. Selain itu secara teknis, ada tips offpage SEO dan tips onpage SEO yang dapat memaksimalkan website Anda. Selamat mencoba! Semoga artikel-artikel berkualitas dari kami membantu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kenal Lebih Jauh dengan Link Building SEO

Mungkin ada yang masih asing mendengar kata link building. Sebelum kita berkenalan lebih jauh dengan ...